Kamis, 18 Agustus 2011

Mendidik anak dengan keseimbangan

Sering kali kita temui kasus orang yang berumur dewasa, namun mempunyai kepribadian yang belum dewasa. Ini bisa terlihat dari perilakunya seperti adanya sifat manja, keinginannya harus selalu dipenuhi, kurang gigih berusaha, tidak teguh pendirian, tidak bertanggungjawab, kurang pertimbangan, bergantung, kurang kepemimpinan dll. Permasalahan seperti ini tidaklah terlepas dari pola didik ketika ybs dibesarkan sejak kecil. Kepribadian adalah refleksi dari masa lalu, yang merupakan buah yang dipetik dari salah satu faktor terbesar yaitu pola didik orangtua. Marilah kita terus menggali bagaimana cara menjadi orangtua yang berkompeten untuk mendidik anak-anak kita menjadi manusia yang berkarakter.

Kasus di atas adalah contoh permasalahan yang ditemui pada orang-orang dengan pola didik yang tidak seimbang, yaitu pola didik dengan limpahan belaian kasih sayang yang tidak diiringi dengan aturan jelas dan kedisiplinan. Juga hal lain berupa rohani dan jasmani tidak dibangun secara seimbang.

Untuk merumuskan pola didik yang seimbang, saya mencoba membuat pendekatan dari pemenuhan kebutuhan manusia yang mendasar, yang dibahas pada postingan berikut :

1. Kebutuhan spiritual, dipenuhi dengan penerapan nilai agama


2. Kebutuhan fisik, dipenuhi dengan olah raga yang cukup


3. Kebutuhan psikologis, dipenuhi dengan penerapan nilai disiplin dan aturan yang jelas


4. Kebutuhan emosional, dipenuhi dengan ekspresi kasih sayang



Tidak ada komentar:

Posting Komentar