Kamis, 18 Agustus 2011

mendidik anak: 1. Kebutuhan spiritual, dipenuhi dengan penerapan nilai agama

mendidik anak dengan seimbang > 1. kebutuhan spiritual dipenuhi dengan penerapan nilai agama
4 kebutuhan dan pemenuhannya : spiritual | fisik | | psikologis | emosional

Kita pahami bersama bahwa kebutuhan spiritual adalah naluri manusia yang sangat mendasar, yaitu naluri ketuhanan, rasa ingin bergantung dan bersandar kepada suatu kekuatan yang kuat dan maha besar. Manusia pada dasarnya mengakui kelemahan dirinya, sehingga ia membutuhkan kekuatan besar itu. Adalah tugas orangtua untuk menanamkan pemahaman ketuhanan yang benar, sehingga anak kelak tidak menyandarkan ketergantungannya kepada sesuatu yang salah. Harga matinya adalah ketergantungan hanya bersandar kepada ketuhanan yang Esa, yaitu Tauhid, Allah yang satu, yang kemudian harus menjadi landasan ideologi si anak. Di mana ketika ini tidak dipahami oleh anak, maka dikhawatirkan si anak akan mencari sendiri, dan dengan mudah menjadi pribadi yang bergantung pada selain Tuhan. Bisa jadi kepada orang, kepada uang, atau lebih parah kepada makhluk ghaib dan ilah-ilah buatan manusia, yang bisa menyeret masa depannya ke dalam kemusyrikan.
Dengan terpenuhinya kebutuhan yang satu ini, maka niscaya anak akan memiliki kepribadian yang kuat, memiliki karakter yang terpusat kepada ideologi ketuhanannya, yaitu kepada aturan-aturan dan hukum yang telah ditetapkan oleh Alqur'an dan hadits, yang telah dirisalahkan melalui Rasulullah SAW.
Dengan pengetahuan tauhid yang digenggam sejak kecil, insyaAllah anak akan memaknai secara murni arti kehidupan di dunia ini, yang bahwa dunia ini hanyalah sementara, yaitu episode yang akan berakhir sebelum akhirnya akan masuk ke alam akhirat yang kekal nanti. Dengan bekal ideologi tauhid, anak akan sadar bahwa segala perilakunya akan ditimbang, sehingga ia akan berusaha melewati episode dunia ini dengan sebaik mungkin, yaitu menjalankan aturan dan Hukum yang telah ditetapkan oleh agamanya, sehingga ia memiliki visi untuk berhasil melewati hari hisab, dan berakhir di surga yang indah kelak.
Segala sesuatu ada ilmunya, orangtua haruslah menjadi pribadi yang pembelajar. Karena segala sesuatu di dalam islam ada aturannya, maka orangtua semestinya terus menggali dan menerapkan aturan dan hukum di dalam kehidupan sehari-hari, yang akan menjadi model cerminan bagi anak sepanjang ia dibesarkan. Ini tentunya disesuaikan dengan umur anak, yang mana bobot nilai syariat yang diterapkan juga berkembang sesuai umur anak. Anak balita dan anak yang sudah akhilbaligh tentusaja tidak bisa diperlakukan secara sama, anak smp, sma dan kuliah juga memerlukan penanganan yang khusus dan khas, dan seterusnya. Intinya, kemampuan dan pengetahuan orang tua harus berkembang terus, mendahului dari kebutuhan umur anaknya.

selanjutnya :
2. KEBUTUHAN FISIK, DIPENUHI DENGAN OLAH RAGA YANG CUKUP

Tidak ada komentar:

Posting Komentar