Rabu, 08 Juni 2011

Hadiah nama untuk buah hati.. hatikuhatiku...

Anakku... Farros, umurnya sekarang 2,5 tahun, sedang lagi seneng-senengnya ngomong hatikuhatiku... terus ketawa.. dan ngomong lagi.. hatiku hatiku.. terus ketawa lagi...
ternyata dia itu lagi suka banget sama lagu disini senang di sana senang , di mana-mana Hatiku hatiku senang...
haa... sepertinya dia sedang menikmati kata-kata 'hatiku' yang dia baru bisa ucapkan. Alhamdulillah, kian hari kian lucu saja Farros..
Baru 1 mingguan ini lah dia kebali bersama saya dan istri, setelah sebelumnya farros di bawa sama 'nyai' (nenek) ke palembang. Mungkin nenek dan kakeknya merindukan ada anak kecil di rumahnya, yang mana sekarang semenjak kakek faros pensiun, rumahnya terasa sepi.. semua kakak dan adik istri saya tidak tinggal di Palembang.

2 minggu Farros di Palembang, selama itu juga abi dan umminya gelisah terus kalau ingat dia.. ahahha.. ya terang saja, farros kan belum pernah sama sekali pisah tidur sama umminya.. apalagi dipisah 2 minggu berjauhan pula terpisahkan dengan selat sumatera yang jauh itu.. halah..
Jadinya gitu deh.. sekarang rasanya pengen peluuuk aja si aa.. (panggilan kakak untuk orang sunda ). Yang kami tidak antisipasi adalah.. ternyata kepulangan aa Farros ini membuat adiknya (aisyah) harus menyesuaikan keadaan lagi. awalnya Aisyah seperti tidak bisa terima, kalau perhatian umminya harus terbagi ke dia dan Farros.. Aisyah seperti sangat cemburu dan ingin menguasai umminya. Tapi alhamdulillah, setelah 3 hari aisyah sepertinya sudah adaptasi.. seperti hari-hari lainnya saja. Kepergian Farros selama 2 minggu itu memang saya dan istri niatkan supaya ada manfaat bagi Aisyah untuk merasakan perhatian penuh dari abi dan Umminya, tanpa ada si aa. Dan insyaAllah, kini ia sudah mengalaminya.
Foto-foto ini di ambil sekitar 1 bulan yang lalu, walaupun di dalam foto itu dia terlihat happy, tapi sebetulnya itu hari 'naas' buat dia... Alhamdulillah Allah masih melindungi dan memberi keselamatan bagi aa Farros. Hari itu, di tree house cafe bandung, ada 3 kejadian yang membuat abi dan ummi pucet pasi..
yang pertama, Farros main di pinggir kolam ikan, dan ia terlalu deket ke kolam sehingga sempat terpeleset ke kolam karena menginjak batu yang licin.. Aa farros pun sempat tenggelam sekitar 3 detik, karena alhamdulillah langsung bisa di selamatkan oleh sepupu saya.. a Tonton.
Kejadian ke 2, waktu aa farros mau turun dari tree house, saya pegang dia sampai ke anak tangga terakhir, tapi ternyata si aa belum bisa pegangan dengan erat, dan lepaslah pegangannya pada tangga, dan terdengar bunyi 'duk' yang melinukan.. astagfirullah.. si Aa jatoh ke lantai.. Nah untuk meredakan tangisnya.. saya beri minum dan gendong, dan si ummi pun pergi membawanya untuk beli balon gas, yang membawa aa farros ke kejadian ke 3. haaa... masih ada lagi? yayayayaya.. belum 5 menit balon berbentuk pesawat yang ia bangga-banggakan itu bikin hatinya ceria, aa farros melepaskannya tanpa sengaja sampai balon itu terbang ke atas.. jauuh teruuuus... ke ataaas dan sampai tidak terlihat sama sekali.. dan disitulah terdengar lagi lengkingan aa farros yang nangis lagi.. oohh my...

Farros Shiddiq
Begitulah kami beri nama anak pertama kami. Farros, kami temukan di buku nama islami buat anak yang ada di Gramedia. Sebetulnya ditulisnya sih Farras... lalu saya fikir, Farras kan bahasa arab, pasti orang arab membacanya dengan bunyi Farros.. maka dari itu saya Ambil nama depannya Farros, yang artinya (mohon di aminkan) pintar, cerdik, cekatan, pandai, dan lain-lain yang artinya setara dengan intelektualitas yang baik. Lalu diikuti dengan kata Shiddiq. Nah kata kedua ini tidak kami ambil dari kamus atau buku, namun kami ambil dari gelar Sahabat Rasulullah yang juga Mertua Rasulullah SAW, yaitu Abu Bakar AsShiddiq. Beliau di beri gelar asShiddiq (yang membenarkan) karena beliau yang senantiasa membenarkan perkataan Rasulullah SAW.
Farros Shiddiq, begitu kalau dibaca nama panjangnya. Do'a yang terkandung di dalamnya, adalah, kami beharap anak kami Farros Shiddiq bin Rahmawan Puspawijaya ini, kelak tumbuh menjadi anak yang pintar dan berilmu pengetahuan, yang ilmu pengetahuan itu bersifat kebenaran. Amiin. Dunia ini kini tengah dikuasai oleh sekelompok penguasa elit yang Pintar, tetapi ingkar terhadap kebenaran yang Rasulullah sampaikan. Maka dari itu, kami memberikan anak pertama kami sebuah nama yang lengkap, Farros Shiddiq, orang yang pintar lagi benar. Amiin Ya Rabbal 'alamin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar