Minggu, 12 Juni 2011

buka warung makan gratis untuk bersedekah??

Sudah 2 hari gw tdk di rumah karena lg nginep di luarkota di rmh seorang teman. Gw menjajaki peluang kerjasama dgn teman yg sepasang suami istri paruhbaya ini. Ada kemistri tertentu memang untuk bosnis bareng sama pasangan ini. Terutama karena mereka punya usaha yang unik, sebagaimana kepribadian mereka yang unik.. Haa.. Dari hal unik ini saja sebetulnya sudah bisa hampir memenuhi kunci sukses sebuah bisnis.. Krn gw berkesimpulan -dari 4 tahun kuliah di sekolah bisnis- ternyata intinya adalah bagaimana menciptakan bisnis tanpa persaingan dengan diferensiasi, positioning, dan hal lainnya termasuk mengeliminir pesaing sejak sebelum bisnis bdimulai dengan memilih produk yang UNIK dan original. Maka dari itu satu kriteria penting sudah gw dapet dari temen yang calon partner gw ini.
Selain itu jga gw emang merasa nyaman sama 2 orang ini, pastinya krn gw tau gw jug punya personaLity yang ngga umum alias mahiwal bin nyeleneh ataw wierdo dan semacamnya..
Pengakuan barusan di atas bukan artinya dalam tulisan ini gw akan cerita tentang diri dan keanehan gw.. Haha.. Lebih aman gw akan ngomongin keanehan 2 sejoli ini... Hee..
Sebut aja kakang dan teteh. Pagi kemaren, langit masih gelap.. Si kakang keluar dr kamarnya dan ngajakin gw pergi b2 naek motor. "Hayu mau ikut ngga.. Tuh nasi uduk sekardus udah siap tinggL dibagiin. Sok ikut Ja biar tau rasanya" katanya... Ternyata bagiin nasi uduk gratis adalah kegiatan ruti si kakang setiap pagi.. Waw, gw pikir jarang- jarang nih dapet pengalami. Kaya begini.. Secara biasanya urusan beginian cuman jadi kegiatan setaun sekali doang pas bulan puasa.. Dan ngga pake lama berangkatlah kami b2, do'i bawa motor, gw bawa kerdus dibonceng di belakang, bertugas buat ngasih2in bungkusan nasi uduk ke orang-orang yang akan ditunjuk kakang.
Dia bilang ngga setiap hari sih dia bagiin sendiri, biasanya adiknya yang bagiin, kakang bayarin doang.
Di tengah jalan di sela- sela ngebagiin bungkusan, gw ngebayangin satu suasana yang diriwayatkan di jaman kejayaan islam dipimpin oleh sahabat Rasulullah SAS dulu, yang di zaman itu kondisinya umat islam begitu makmur sehingga petugas amil zakat tidak bisa menemui mustahik, atau penerima zakat. Ya karena penduduk sudah tercukupi semua kebutuhannya. Di situ gw mikir, andai kalau orang yg kaya si kakang ini jumlahnya banyak, maka sedekah tidak hanya akan menjadi habit, tapi mungkin menjadi sebuah norma sosial.. Yang Kalo nggak sedekah jadi malu krn ga normal.. Dan kalu itu bergulir terus sehingga memancing keberkahan Allah dan Allah menganugerahi seluruh negeri ini menjadi makmur semua penduduknya, yg sy bayangkan adalah mungkin si kakang jg bingung mau bagiin nasi uduk ke siapa kelak.. Walaupun bayangan itu lucu, tapi ternyata yang ada gw nangis.. Sambil masih di motor dengan terpaan angin yang menyibak2 rambut gw yang keriting ini.. Gw nangis.. Haa.. Yang gw rasakan adalah sebegitunya gw merindukan suasana madani dimana orang islam menjadi umat yang dimuliakan oleh isi dunia. Tidak seperti sekarang yang kondisi umat ini sedang di fitnah, dipecahbelah, dianggap bodoh, ditutupi dari peluang, diexploitasi manusia dan harta kekayaan alamnya.. Dicap jorok kumuh tidak berpendidikan dan cap cap yang menyedihkan lainnya..
Setelah kita berdua beres bagiin nasi, si kakang cerita bahwa ada loh temannya yang buka rumah makan gratis, hanya untuk mengupayakan komitmennya untuk menjadikan sedekah manjadi habbitnya..
Published with Blogger-droid v1.6.9

Rabu, 08 Juni 2011

Nyobain Gambar perspektif

Dengan pengetahuan seadanya.. bekel dari pelajaran SMA dulu, sy coba bantuin papa mertua untuk memvisualisasikan apartemen miliknya yang akan di isi furnitur oleh kontraktor..
well.. namanya juga seadanya.. dan sy cuman bisa gambar garis lurus.. tidak ada pernak pernik dan ornamen, maksudnya hanya ingin ruangan itu tergambarkan saja..
Yang sy ingat cuman titik hilang yang ngilangnya itu pas di garis horizon..
begini penangkarannya :

livingroom perspective

kitchen - perspective

tv set, after fine tuning

tv set, before fine tuning.. too crowds

Hadiah nama untuk buah hati.. hatikuhatiku...

Anakku... Farros, umurnya sekarang 2,5 tahun, sedang lagi seneng-senengnya ngomong hatikuhatiku... terus ketawa.. dan ngomong lagi.. hatiku hatiku.. terus ketawa lagi...
ternyata dia itu lagi suka banget sama lagu disini senang di sana senang , di mana-mana Hatiku hatiku senang...
haa... sepertinya dia sedang menikmati kata-kata 'hatiku' yang dia baru bisa ucapkan. Alhamdulillah, kian hari kian lucu saja Farros..
Baru 1 mingguan ini lah dia kebali bersama saya dan istri, setelah sebelumnya farros di bawa sama 'nyai' (nenek) ke palembang. Mungkin nenek dan kakeknya merindukan ada anak kecil di rumahnya, yang mana sekarang semenjak kakek faros pensiun, rumahnya terasa sepi.. semua kakak dan adik istri saya tidak tinggal di Palembang.

2 minggu Farros di Palembang, selama itu juga abi dan umminya gelisah terus kalau ingat dia.. ahahha.. ya terang saja, farros kan belum pernah sama sekali pisah tidur sama umminya.. apalagi dipisah 2 minggu berjauhan pula terpisahkan dengan selat sumatera yang jauh itu.. halah..
Jadinya gitu deh.. sekarang rasanya pengen peluuuk aja si aa.. (panggilan kakak untuk orang sunda ). Yang kami tidak antisipasi adalah.. ternyata kepulangan aa Farros ini membuat adiknya (aisyah) harus menyesuaikan keadaan lagi. awalnya Aisyah seperti tidak bisa terima, kalau perhatian umminya harus terbagi ke dia dan Farros.. Aisyah seperti sangat cemburu dan ingin menguasai umminya. Tapi alhamdulillah, setelah 3 hari aisyah sepertinya sudah adaptasi.. seperti hari-hari lainnya saja. Kepergian Farros selama 2 minggu itu memang saya dan istri niatkan supaya ada manfaat bagi Aisyah untuk merasakan perhatian penuh dari abi dan Umminya, tanpa ada si aa. Dan insyaAllah, kini ia sudah mengalaminya.
Foto-foto ini di ambil sekitar 1 bulan yang lalu, walaupun di dalam foto itu dia terlihat happy, tapi sebetulnya itu hari 'naas' buat dia... Alhamdulillah Allah masih melindungi dan memberi keselamatan bagi aa Farros. Hari itu, di tree house cafe bandung, ada 3 kejadian yang membuat abi dan ummi pucet pasi..
yang pertama, Farros main di pinggir kolam ikan, dan ia terlalu deket ke kolam sehingga sempat terpeleset ke kolam karena menginjak batu yang licin.. Aa farros pun sempat tenggelam sekitar 3 detik, karena alhamdulillah langsung bisa di selamatkan oleh sepupu saya.. a Tonton.
Kejadian ke 2, waktu aa farros mau turun dari tree house, saya pegang dia sampai ke anak tangga terakhir, tapi ternyata si aa belum bisa pegangan dengan erat, dan lepaslah pegangannya pada tangga, dan terdengar bunyi 'duk' yang melinukan.. astagfirullah.. si Aa jatoh ke lantai.. Nah untuk meredakan tangisnya.. saya beri minum dan gendong, dan si ummi pun pergi membawanya untuk beli balon gas, yang membawa aa farros ke kejadian ke 3. haaa... masih ada lagi? yayayayaya.. belum 5 menit balon berbentuk pesawat yang ia bangga-banggakan itu bikin hatinya ceria, aa farros melepaskannya tanpa sengaja sampai balon itu terbang ke atas.. jauuh teruuuus... ke ataaas dan sampai tidak terlihat sama sekali.. dan disitulah terdengar lagi lengkingan aa farros yang nangis lagi.. oohh my...

Farros Shiddiq
Begitulah kami beri nama anak pertama kami. Farros, kami temukan di buku nama islami buat anak yang ada di Gramedia. Sebetulnya ditulisnya sih Farras... lalu saya fikir, Farras kan bahasa arab, pasti orang arab membacanya dengan bunyi Farros.. maka dari itu saya Ambil nama depannya Farros, yang artinya (mohon di aminkan) pintar, cerdik, cekatan, pandai, dan lain-lain yang artinya setara dengan intelektualitas yang baik. Lalu diikuti dengan kata Shiddiq. Nah kata kedua ini tidak kami ambil dari kamus atau buku, namun kami ambil dari gelar Sahabat Rasulullah yang juga Mertua Rasulullah SAW, yaitu Abu Bakar AsShiddiq. Beliau di beri gelar asShiddiq (yang membenarkan) karena beliau yang senantiasa membenarkan perkataan Rasulullah SAW.
Farros Shiddiq, begitu kalau dibaca nama panjangnya. Do'a yang terkandung di dalamnya, adalah, kami beharap anak kami Farros Shiddiq bin Rahmawan Puspawijaya ini, kelak tumbuh menjadi anak yang pintar dan berilmu pengetahuan, yang ilmu pengetahuan itu bersifat kebenaran. Amiin. Dunia ini kini tengah dikuasai oleh sekelompok penguasa elit yang Pintar, tetapi ingkar terhadap kebenaran yang Rasulullah sampaikan. Maka dari itu, kami memberikan anak pertama kami sebuah nama yang lengkap, Farros Shiddiq, orang yang pintar lagi benar. Amiin Ya Rabbal 'alamin

coba posting dari email kantor

hmmm.. gimana jadinya?

--
PT. Bhayangprima Lintas Nusa
terminaltiket tour and travel
http://www.tiket-pesawat-online.com
Add: Jl. Raya Bogor Km21 no 09
Kafila business center
Jakarta Timur 13830
Telp: 0218778 0234, Fax : 02187780097
Hp  : 081318194245

Selasa, 07 Juni 2011

Bismillahirrahmaanirrahiim... Posting pertama

Beberapa minggu yang lalu adik ipar Saya Ramon, ikut sebuah seminar keren tentang bagaimana cara menulis. Saya minta dia untuk langsung share apapun yang dia dapet di seminar itu.. jadilah sekarang Saya bikin blog ini sebagai awal aplikasi dari ilmu 'second hand' yang Saya dapet dari Ramon.. hehe

Saya merasa memang ini yang dibutuhkan sama orang Indonesia... keterampilan menulis. Karena dengan cara ini lah ilmu pengetahuan akan cepat tersebar luas, tidak sampai berhenti pada buku-buku yang penulisnya itu-itu saja.
Dalam 30 menit kedepan saya hanya akan melakukan pemanasan... coba yah .. terakhir kemarin saya latihan 15 menit pertama cuman dapat 300 kata, 15 menit ke2 dapat 450 kata, pas nyobain 30 menit, jadinya 600an kata, terakhir 30 menit yang  ke 2 sudah bisa hampir 1000 kata. sekarang berapa yah...

Jadi ternyata menulis itu tidak sulit, gimana aja rasanya seperti ngobrol, tapi kalau ngobrol, apa yang ada di dalam benak kita, kita komunikasikan dengan mulut, nah kalau menulis, kita keluarkan melalui tulisan atau ketikan.
Praktek pertama yang diajarkan oleh ramon, adalah menulis selama 15 menit untuk menceritakan bagaimana perasaan hari ini. Syaratnya gampang, diharuskan menulis tanpa menekan backspace, tanpa membaca ulang, tidak mengedit dan TIDAK BERHENTI SAMA SEKALI... haa.. ini awalnya memang challanging.. tapi setelah dicoba.. asyik juga. saya tidak pernah menyangka bahwa menulis bisa segampang ini. Pemanasan pertama ini membuat saya merasakan sendiri bahwa apa yang kita tulis betul-betul langsung tercurahkan dari kepala kita. Apa lagi latihan awal ini tidak menyuruh kita untuk mikir.. jadinya ya plong aja gituh... kaya air terjun .. hehe
Hari ini..
Hari ini perasaan saya happy.. bangun pagi karena mendengar bayiku yang 1.5 tahun udah cekikikan sendiri di tempat tidur.. ya hanya dia sendiri yang sudah bangun.. kebayang kan celoteh anak umur 1.5 tahun? ngoceh-ngoceh dengan suara yang menggemaskan.. pas saya liat.. yang ada ya makin gemes.. ngeliat pipi gembulnya menghimpit senyum lepas.. eh giginya cuman keliatan 2 lagih.. gede-gede ditengah.. duh gemesnya. Anakku yang ke dua ini memang suka bangun paling pagi.. tapi nanti jam 10 pagi juga biasanya dia sudah ngantuk lagi dan bobo siang.
Namanya Aisyah.. nama ini sudah kami rencanakan sejak sebelum menikah. Dulu saya dan calon istri pernah ngobrol di telpon (secara saya di jakarta dan do'i di palembang), kalau punya anak perempuan nanti, kita akan kasih nama Aisyah, seperti namanya putri Abu Bakar R.A yang dipersunting Rasulullah SAW menjadi istrinya.
Aisyah kami beri nama panjang Aisyah Izma Zhafira, 2 kata di belakang aisyah kami tambahkan agar menjadi do'a yang terus menerus disebut jika namanya dipanggil atau dibaca orang. Izma itu artinya privilege atau 'hak istimewa'. Maksudnya kami berharap agar Aisyah kelak Allah golongkan ke dalam orang-orang yang diberi keutamaan istimewa. Dicintai Allah karena ke sholihannya, diberikan tempat yang luhur di dunia, dan diberi tempat istimewa nanti kelak di akhirat.. amiin. Nah kata terakhir zhafira itukami hadiahkan padanya, karena mempunyai arti dalam bahasa inggris Triumph, atau Kemenangan, atau kesuksesan dalam bahasa Indonesia. Maksudnya, kami berharap bahwa Allah akan memudahkan jalannya menuju kesuksesan dunia dan akhirat.. Semoga ia kelak menjadi anak yang dapat menjadi amal zariyah kami yang saya dan istri akan bawa mati. semoga ia akan mendoakan kami kelak dengan do'a-do'a indah yang di ijabah.. Amiin..
Setelah ini saya akan menulis tentang nama anak laki-laki saya yang pertama, di postingan berikutnya..