Rabu, 19 Februari 2014

Share photos and updates with Rahmawan

facebook
Rahmawan is sharing photos, updates and more on Facebook. Sign up to stay in touch with Rahmawan and all the people you care about.
Rahmawan Puspawijaya
Jakarta, Indonesia
2.883 teman · 303 catatan · 121 grup
View Rahmawan's Timeline
Go to Facebook
Pesan ini dikirim ke rahmawan1.write@blogger.com. Jika Anda tidak ingin menerima email ini lagi dari Facebook atau tidak ingin alamat email Anda digunakan untuk saran teman, berhenti berlangganan.
Facebook, Inc., Attention: Department 415, PO Box 10005, Palo Alto, CA 94303

Selasa, 18 Februari 2014

Share photos and updates with Rahmawan

facebook
Rahmawan is sharing photos, updates and more on Facebook. Sign up to stay in touch with Rahmawan and all the people you care about.
Rahmawan Puspawijaya
Jakarta, Indonesia
2.881 teman · 303 catatan · 121 grup
View Rahmawan's Timeline
Go to Facebook
Pesan ini dikirim ke rahmawan1.write@blogger.com. Jika Anda tidak ingin menerima email ini lagi dari Facebook atau tidak ingin alamat email Anda digunakan untuk saran teman, berhenti berlangganan.
Facebook, Inc., Attention: Department 415, PO Box 10005, Palo Alto, CA 94303

Minggu, 02 Februari 2014

Lihat foto Rahmawan di Facebook.

facebook
Lihat foto Rahmawan di Facebook.
Jika Anda mendaftar ke Facebook, Anda akan dapat tetap terhubung dengan teman, melihat foto dan video mereka, tetap mengikuti pembaruan status terkini mereka, bertukar pesan dan lainnya.
Bergabunglah dengan Rahmawan di Facebook
Pesan ini dikirim ke rahmawan1.write@blogger.com. Jika Anda tidak ingin menerima email ini lagi dari Facebook atau tidak ingin alamat email Anda digunakan untuk saran teman, berhenti berlangganan.
Facebook, Inc., Attention: Department 415, PO Box 10005, Palo Alto, CA 94303

Kamis, 18 Agustus 2011

Mendidik anak: (4) Kebutuhan emosional, penuhi dengan ekspresi kasih sayang

mendidik anak dengan seimbang > Kebutuhan emosional, penuhi dengan ekspresi kasih sayang

4 kebutuhan dan pemenuhannya : spiritual | fisik | | psikologis | emosional

Sahabatku sekalian, coba kita bayangkan anak seperti apa yang akan tumbuh tanpa ada belaian kasih sayang. Apa rasanya jadi anak yang ia tidak tahu apakah ibu bapaknya menyayanginya atau tidak. Seperti apa jadinya anak yang tidak kenal dengan ekspresi perasaan sayang, peduli dan kasih terhadap sesama? Beberapa orang tua yang kurang beruntung akan mengerahkan segala daya upaya untuk mengatasi anaknya yang mengidap autisme. Lalu jika kemudian kita mempunyai anak normal, tetapi kita tidak menjadikannya orang yang ekspresif dalam peduli dan kasih terhadap sesama, maka seolah-olah kita tidak bersyukur atas kesempurnaan nikmat Allah berupa anak ini.

Jika dunia barat telah mengajarkan kita, " ucapkan lah ai lop yu setiap hari", maka sebetulnya agama Islam yang telah sempurna ini juga telah mengajarkan kita, melalui Rasulullah SAW bagaimana adab untuk mengekspresikan rasa peduli dan sayang kita, terhadap anak, terhadap orangtua, tetangga, istri, suami, saudara, orang miskin, bahkan terhadap kaum kafir yang tidak memerangi, atau bahkan sanderaan perang.. dan lain-lain.

Sebetulnya, mengekspresikan sayang terhadap anak ini adalah paling mudah, dan paling menyenangkan daripada 3 pemenuhan kebutuhan anak lainnya seperti pada postingan-postingan sebelumnya. Kita dengan mudah terbuai rasa sayang jika melihat binar mata anak kita yang lucu dan menggemaskan. Kita akan menggerakkan tangan kita untuk membelai rambut anak untuk membuatnya tidur, atau sekedar karena bertemu dengannya di pintu kamar. Yang tak kalah penting untuk dilakukan adalah : sampaikanlah perasaan sahabat kepada anak, dengan kata-kata yang secara jelas ia bisa dengar, dan ia pahami dengan rasa dan logikanya. Sampaikanlah kata-kata seperti "abi kangen sama kamu nak", atau "Ummi sayaaang banget sama kamu nak", sampaikanlah dengan kontak mata, tatap matanya, dan expresikan perasaan anda. Di kesempatan lain, mintalah anak anda untuk mengekspresikan perasaannya untuk kita.

Ketika kita tengah mengajari atau mengingatkan anak kita, duduklah jika ia duduk. Senyumlah ketika anda berbicara dengannya. Puaskanlah hatinya ketika ia sedang bermain, karena ini telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Beliau menegur seorang bapak yang menghentikan anaknya bermain. Rasa puas itu yang akan menyempurnakan perkembangan jiwanya.

Ya betul, poin ke 4 ini adalah paling mudah.. yaitu pemenuhan kebutuhan emosional. Maka dari itu penulis mengingatkan diri sendiri dan sahabat semua, untuk tidak melupakan 3 point sebelumnya, yaitu pemenuhan kebutuhan spiritual, fisik, dan psikologis. Karena kita harus menjaga keseimbangan dalam mendidik anak-anak kita. 

Wallahu'alam Bisshowab
AbiFarros

Mendidik anak: 2. Kebutuhan fisik, penuhi dengan olah raga yang cukup

mendidik anak dengan seimbang > Kebutuhan fisik, penuhi dengan olah raga yang cukup
4 kebutuhan dan pemenuhannya : spiritual | fisik | | psikologis | emosional


Kita sering menemukan perilaku yang mungkin tidak menyenangkan pada anak kita, seperti susah tidur, tidak berhenti mengganggu adiknya, terlalu enerjik di dalam rumah, berlarian dan berteriak tanpa lelah, dan seperti punya keinginan yang tidak ada habis-habisnya.
Ini terjadi tidak lain karena anak tidak berkesempatan untuk melepaskan energinya yang berlebih. Anak kita beri makan, berupa asupan nutrisi, kalori dan energi yang masuknya bisa lebih dari 3 kali sehari. Namun sering kita lupa bahwa energi itu tersimpan di dalam tubuh dan ototnya, tanpa dilepaskan dan membiarkannya bertumpuk tanpa dimanfaatkan.

Tubuh manusia di desain secara komplex untuk mencari makanan dari alam. Secara alami, manusia melakukan upaya keras secara fisik untuk memenuhi kebutuhan makanan ini. Dahulu kala, manusia harus menombak hewan, mengejar-ngejar unggas, menangkap ikan, berkuda, memanah, bercocok tanam dan berpindah ladang untuk bisa makan. Belum lagi aktifitas fisik lainnya seperti membangun gubug, memotong kayu dan lain sebagainya. Selama umur manusia, hal ini secara konsisten dilakukan. Keadaan kita sekarang dengan keberlimpahan makanan adalah keadaan yang mungkin hanya terjadi baru di 1 abad kebelakang, sejak terjadinya revolusi industri, yang menggelembungkan ekonomi dunia sehingga manusia mudah untuk mendapatkan kebutuhan primer bernama makanan ini. Akibatnya, yang terjadi adalah kebalikan. Manusia kini dengan mudah bisa makan, sudah tersusun rapi tinggal ambil di rak super market, tanpa harus melakukan aktifitas fisik seperti manusia di periode sebelum abad ini. Karena itu tidak heran di negara maju dan high economy society, penyakit obesitas atau kelebihan berat badan menjadi masalah paling umum.
Hal ini menerangkan secara jelas, kebutuhan manusia untuk berolah raga. Sebagaimana Rasulullah SAW juga melakukan balap lari dengan istrinya, Aisyah RA. Demikian juga kebutuhan ini harus dipenuhi oleh kita dan anak-anak kita. Anak yang seharian di depan tv, mondar-mandir di dalam rumah yang kegiatannya hanya makan dan tidur saja, tentu menjadi tidak seimbang. Kita hendaknya membawanya ke luar dan mengeksplor energi fisiknya menjadi kegiatan positif, melepaskan kelebihan kalori, dan memberikan kesempatan lebih banyak untuk anak menjelajahi alam luar dan mengeksplorasi lingkungannya. Juga tentunya melatih kemampuannya untuk bersosialisasi dengan anak lain, dan interaksi dengan orang lain.
Anak yang tidak terlatih fisiknya untuk bermain diluar, akan menyimpan masalah lebih banyak dari sekedar kelebihan energi. Hal ini bisa membawa lebih jauh ke depresi, stress, emosi yang tidak terkendali, tidak tahu keinginan yang jelas, dan tidur yang tidak nyenyak. Seperti halnya ikan besar yang masuk aquarium kecil, singa yang dikurung dikandang, atau burung yang biasa terbang kemudian masuk ke sangkar yang sempit.


selanjutnya : 

3. KEBUTUHAN PSIKOLOGIS, DIPENUHI DENGAN PENERAPAN NILAI DISIPLIN DAN ATURAN YANG JELAS